Makan Malam

1895 Kata

Senyum bahagia yang terpancar diwajah Sara membuat pikiran bik Inah semakin buruk. "Ya Allah, Semoga wanita iblis ini tidak benar-benar iblis." Batinnya dengan wajah yang terlihat was-was. "Semoga pak Baskoro dan non Bella ngga lapar malam ini ya Allah." Batinnya lagi dengan perasaan ngeri. "Bik?" panggil Sara membuat lamunannya buyar. "Kok malah bengong?" Sara melirik bik Inah. "Anu buk. Saya..." "Saya apa? uda deh, nanti kalau mereka nanya jangan bilang saya yang masak, ya." Potong Sara. "Tapi buk..." "Ngga usah tapi-tapian. Saya ngga ngeracunin makanan ini. Tenang aja." Ucap Sara sedikit sewot. "Jangan-jangan dia mau numbalin saya." Batin Bik Inah lagi. Hatinya semakin ngeri membayangkan semua yang dia pikirkan. "Nyonya sudah menitipkan Bella pada saya, dan saya sudah berjanj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN