Ciuman antara Bina dan Niko terus berlanjut hingga yang tadinya berlangsung tenang, perlahan berubah menjadi penuh hasrat dan menggebu-gebu. Petir yang menggelegar pun tak mampu menghentikan pagutan bibir mereka. Bahkan, saat listrik kembali padam sehingga membuat kamar Bina gelap gulita ... mereka tetap saling melumat dengan syahdu dan penuh gairah. Malam ini bukan sekadar cinta yang membara, melainkan gairah mereka juga perlahan semakin menjadi-jadi. Bina yang bersandar pada dinding, merasakan tubuhnya seolah terus ditekan karena Niko semakin merapatkan tubuh mereka. Perlahan tapi pasti, meski dalam keadaan gelap gulita, tapi mereka bisa menemukan keberadaan tempat tidur dengan bantuan kilat yang beberapa kali menyala. Sampai akhirnya, Niko sudah membaringkan Bina di tempat tidur sedan

