Masih Saja Bertanya, Siapa?

2212 Kata
Ben yang saat itu berpikir keras mengenai ketiga orang tersebut tak bisa begitu saja melupakan ketiga orang tersebut yang benar-benar Ben rasa tahu, meskipun hanya dari postur tubuhnya dan tak tahu pasti mengenai siapa orang itu tapi pikiran Ben begitu sangat fokus memikirkan orang tersebut dengan alasan karena orang tersebut begitu mirip dengan seseorang yang Ben sudah pernah lihat, dan bahkan kenal. Tapi karena Ben ingat jika saat itu hari sudah cukup larut dan bahkan sudah cukup terlambat untuk beristirahat langsung saja mencoba untuk menutup matanya dan beristirahat tidur saja, agar Ben yang esok hari harus kembali pergi untuk berkuliah bisa kembali menjalani aktifitasnya dengan sangat baik, dan dengan kondisi tubuh yang bugar. Beberapa saat kemudian ketika Ben sudah bisa tidur mengistirahatkan dirinya Ben tiba-tiba terbangun, karena Ben mendengar suara banyak orang yang saat itu bicara bahkan berteriak di depan perguruannya saat itu sambil berjalan bahkan ada juga yang berbicara dengan nada yang tinggi dan seperti orang yang sedang merasa kesal, hingga karena mendengar hal tersebut Ben pun langsung saja mencoba untuk pergi keluar dari kamarnya tentu saja bertujuan untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya diluar sana sehingga terdengar banyak orang yang bicara bahkan ada orang yang bicara dengan nada keras yang berhasil membangunkan Ben saat itu, sampai pada akhirnya Ben pun tentu saja langsung berjalan keluar dari kamarnya untuk melihat keluar di malam itu. "Guru, kau juga mendengarnya, hingga kau keluar dari kamarmu?," tanya Ben, karena melihat Ster yang saat itu sudah dekat dengan pintu keluar dari perguruan. "Oh Ben, ya aku juga mendengar mereka yang bersamaan berjalan melewati perguruan ini, dan tentu saja membuatku bangun karena suara dari salah satu mereka yang terdengar keras seperti seseorang yang sedang marah. Aku khawatir ada sesuatu yang terjadi makannya aku keluar, kau juga ingin melihat kejadian ini Ben?" jawab Ster, lalu bertanya kepada Ben. "Ya guru, aku juga khawatir dengan apa yang terjadi sekarang ini jadi aku keluar dan juga ingin mencoba untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi diluar sana," ujar Ben sambil menghampiri Ster. "Baiklah. Ayo," jawab Ster, sambil membuka pintu. Dan ketika Ben bersama Ster keluar mereka kebetulan melihat ada beberapa orang yang sedang lewat ke depan perguruannya, hingga yang dilakukan Ster saat itu tentu saja mencoba untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi hingga banyak orang yang lewat kemari dengan bersuara keras yang langsung membangunkan Ster yang sedang tertidur malam itu. Lalu salah satu pria yang sedang Ster tanya tersebutpun langsung saja menjawab pertanyaannya dengan meminta maaf terlebih dahulu, lalu mengatakan jika barusan ada 3 orang yang lewat ke tempat mereka tinggal. Pria tersebutpun mengatakan sudah membereskan ketiga orang tersebut dan menangkapnya karena kemarin siang mereka juga baru saja, melakukan hal yang tak terpuji dan bahkan sudah sangat keterlaluan karena mereka bertiga menyerang orang yang sebenarnya bukan orang yang tinggal disini, tapi orang yang suka ikut nongkrong di daerah sini tepatnya di area anak muda nongkrong sambil menyalakan api unggun di blok sebelah. Pria tersebut mengatakan jika ketiga pria tersebut membuat onar dengan berani melakukan kekerasan sampai membuat salah seorang pria yang sudah akrab di kawasan tersebutpun mengalami luka, dan karena itulah sekarang mereka semua merasa marah dengan ketiga pria tersebut hingga ketiga pria tersebut langsung saja mereka ber akan bahkan mereka tangkap. Ben yang saat itu aneh dengan kejadian tersebut dan sepertinya tahu mengenai kejadian tersebut langsung saja bertanya, apa kejadian kekerasan yang menimpa salah satu pria yang sudah biasa berada di kawasan ini terjadi kemarin, dan ketika bertanya seperti itu Ben pun mendapatkan jawaban jika kejadian tersebut memang terjadi kemarin sore. Lalu saat itu Ben pun langsung saja bertanya lagi dimana pria yang menerima kekerasan dari tiga orang yang mereka tangkap dan amankan saat itu, mereka hanya menjawab jika pria tersebut tidak ada disini karena dia yang merasa trauma sehingga dia sekarang pergi pulang ke rumahnya, Ben yang saat itu masih penasaran dengan orang tersebut langsung saja kembali bertanya mengenai ciri pria yang mengalami kekerasan di kawasan tersebut dan bertanya dimana terakhir kali pria tersebut berada, dan mendengar jawaban tersebut pria yang sekarang ada di hadapan Ben langsung kembali menjawab mengenai ciri-ciri pria yang mengalami kekerasan tersebut dan bahkan mengatakan dimana terakhir kali orang tersebut berada, dan ketika mereka mengatakan mengenai terakhir kali pria yang mendapatkan kekerasan tersebut berada di api unggun yang ada di blok sebelah, Ben pun langsung yakin jika orang yang pria ini sebutkan adalah pria yang Ben lihat kemarin melakukan transaksi dan transaksi tersebut merupakan transaksi yang dilakukannya untuk menyogok temannya untuk menjadi seorang saksi palsu. Yakin dengan pria tersebut yang memiliki ciri-ciri dan tempat yang sama terakhir Ben melihatnya kemarin, Ben pun langsung saja ingin mengatakan jika pria tersebut sudah berdusta dan ingin langsung mengatakan jika pria tersebut mengada-ada cerita dan bahkan menyogok orang yang menjadi saksi palsu untuknya saat itu, dan Ben ingin mengatakan jika pria tersebut bukan orang yang benar tapi justru bisa saja jika dia adalah orang yang sebenarnya salah. Tapi ketika Ben ingin mengatakan hal tersebut ketiga pria yang sedang diajak mereka untuk berbincang langsung saja pergi beralasan mereka sudah tertinggal jauh dengan teman-teman mereka, sehingga sekarang merekapun langsung saja pergi ingin menyusul semua temannya, hingga Ben pun langsung saja tak bisa melakukan apa yang dirinya ingin lakukan saat itu. "Kenapa Ben? kau sepertinya memikirkan sesuatu? dan kau sepertinya menyesalkan mereka yang pergi dengan cepat? ada sesuatu yang masih ingin kau tanyakan? atau mungkin kau tahu mengenai sesuatu Ben?" tanya Ster, karena melihat Ben yang saat itu jelas menunjukan raut wajah menyesal. "Ya guru, aku sepertinya mengetahui sesuatu mengenai hal ini dan hal yang aku ketahui begitu terbalik dengan hal yang di bicarakan oleh orang-orang barusan guru," jawab Ben. "Terbalik? maksudmu, orang yang barusan menjawab perkataan kita tidak jujur Ben? mereka berbohong? tanya Ster kembali. "Mereka memang mengatakan hal yang terbalik dengan apa yang aku ketahui guru, tapi aku tidak menyangka jika mereka berbohong padaku tapi justru yang berbohong bukan orang-orang yang barusan kita tanya, tapi teman merekalah yang berbohong. Teman mereka yang merasa mendapatkan lah yang berbohong guru," jawab Ben. "Kenapa kau bisa bicara seperti itu Ben? dan kenapa kau bisa mengatakan hal seperti itu? darimana kau tahu mengenai masalah ini?" tanya Ster lagi. "Aku bisa tahu mengenai masalah ini karena aku yang melihat langsung kejadian yang sepertinya janggal guru, dan kejadian janggal tersebut bisa aku lihat kemarin malam. Kau ingatkan, ketika kau melihatku yang baru saja masuk kemari kemarin malam, lalu aku menjawab aku hanya habis mencari angin diluar guru?" ujar Ben, dan bertanya. "Oh kemarin? ya aku ingat itu Ben, jadi kau berbohong kepadaku kemarin Ben? kau hanya mengatakan kau mencari angin tapi sebenarnya kau melakukan hal lain?" tanya Ster. "Tidak bukan seperti itu guru, kemarin aku memang hanya ingin mencari angin dan ikut nongkrong di api unggun untuk mengundang rasa kantukku guru tapi ketika aku sudah ada di dekat api unggun tersebut akuntan sengaja mendengarkan perbincangan salah satu orang yang sedang menikmati api unggun di tempat tersebut, dan perbincangan yang mereka lakukan saat itu membicarakan mengenai tragedi kekerasan itu guru," ujar Ben menceritakan mengenai hal yang dilewatinya kemarin, meskipun dengan sedikit bumbu kebohongan. "Baiklah jika seperti itu aku tak usah terlalu memperpanjang masalah terebut dan sekarang sepertinya yang harus aku lakukan adalah menanyakan apa yang sebenarnya terjadi Ben, apa yang sebenarnya kau ketahui mengenai tragedi ini dan kenapa kau bisa dengan sangat yakin bicara jika orang tersebut memanipulasi masalah ini, keluar balikan fakta bahwa yang sebenarnya salah adalah pria tersebut yang justru adalah orang yang merasa tersakiti disini, begitu maksudmu Ben?" tanya Ster serius. "sekarang katakanlah apa bagaimana cerita sebenarnya kejadian sebenarnya tragedi ini Ben!" seru Ster. "Ya guru, bisa dibilang seperti itu. Dan sekarang baiklah aku akan mulai menceritakannya, ceritanya dimulai dari aku yang yakin jika pria yang sekarang mengalami luka sebenarnya bukan orang yang benar-benar menjadi korban dalam kasus ini guru, karena kemarin malam orang yang pertama aku lihat adalah orang yang dikatakan pria tadi adalah korban dari kekerasan tiga pria yang tiba-tiba kemarin. Kau dengarkan tadi aku menanyakan mengenai ciri-ciri pria yang menjadi korban dari kekerasan ini?" Ujar Ben, kau bertanya. "Ya aku ingat Ben. Lalu itu adalah hal yang membuatmu yakin dengan apa yang kau katakan ini Ben?" tanya kembali Ster. "Ya guru, tapi bukan hanya itu yang membuat ku yakin dengan tragedi ini adalah sebuah rekayasa dari pria yang mengaku sebagai korban kekerasan tersebut, yang lebih membuatku yakin jika semua ini adalah rekayasa dari orang tadi yang menganggapnya korban dari kekerasan ini karena aku yang kebetulan mendengarkan ancaman dirinya ke temannya yang saat itu dia jadikan saksi palsu. Bukan hanya itu, setelah beberapa saat aku melihatnya mengancam temannya itu datanglah dua orang pria lagi yang aku tak tahu siapa, lalu mereka membicarakan sesuatu dan dari pembicaraan mereka bisa aku yakini jika pria yang mengaku sebagai korban kekerasan tersebut mengadu kedua orang itu dengan saksi palsunya yang saat itu lebih menegaskan sekaligus membuat 2 orang pria tersebut percaya jika orang yang mengancamnya adalah korban dari kekerasan yang terjadi," Ben menceritakan apa yang di lihatnya kemarin malam kepada Ster dengan jujur tentu saja. "Lalu sekarang jika kau memang yakin dan sepertinya alasan ini memang sudah bisa dianggap masuk akal, tapi apa yang membuatmu yakin jika Nyang sekarang melakukan kekerasan ini adalah kedua orang yang kemarin difitnah oleh orang yang kau lihat berbincang dengan mengancam kemarin Ben?" tanya Ster. "Kau benar juga mengenai itu guru," Ben jadi berpikir. "Jika seperti ini, untuk mengetahui lebih jelasnya tentu saja aku jadi harus tahu kan guru mengenai kedua orang yang sebenarnya ditangkap sekarang? upss maaf guru maksud ku 3 orang, tadi penduduk lain mengatakan 3 orang kan?" tanya Ben. "Ya Ben itu hal yang harus ketahui. Tapi selain itu agar kau bisa benar-benar yakin dan tidak sampai salah menangkap atau dianggap menuduh orang, tugasmu sebenarnya berat Ben," ujar Ster. "Berat?" Ben aneh. "Ya berat Ben. Karena sekarang yang harus kau lakukan adalah kau harus tahu dulu dua orang pertama yang mengancam dan diancam, lalu dua orang lagi yang berinteraksi dengan orang yang pertama tadi, lalu hal ketika adalah kau harus tahu pasti siapa orang yang sebenarnya menjadi korban dari tragedi ini, dan yang terakhir barulah kau harus mencoba mengetahui siapa yang sebenarnya mendapatkan perlakuan kekerasan dan siapa yang melakukan kekerasan itu Ben. Dengan seperti itu tentu saja semua masalah ini bisa dengan mudah kau atasi Ben," ujar Ster. memberikan saran kepada Ben. "Oh seperti itu guru? maaf aku tak terpikir hal itu guru, tapi karena sekarang kau mengatakan hal ini sepertinya benar apa yang kau katakan guru, dan jika sudah mendengar hal ini aku jadi benar-benar tahu jika sekarang yang harus aku lakukan adalah mengusut semua ini dari awal, barulah aku bisa bicara dengan yakin dengan apa yang aku katakan ini dan tentu saja akan membuat mereka percaya dengan apa yang aku katakan ini," ujar Ben. "baiklah guru, jika seperti itu sekarang tentu saja aku harus mencoba untuk mengetahui seluruh masalah ini kan guru? yang tentu saja membuatku harus ikuti kemana mereka pergi dan mencoba melihat keseluruhan dari masalah ini. Jadi sekarang sepertinya aku harus pamit untuk pergi saja guru, aku ingin tahu dan membantu menuntaskan masalah ini," ujar Ben, sambil akan pergi saat itu. "Tunggu Ben, jangan terburu-buru!" ujar Ster, sambil menahan tangan Ben. "sabar Ben, kau tak bisa langsung melakukan ini karena sekarang sudah sangat larut malam, dan kau sepertinya terlambat untuk mencoba membantu mengatasi masalah yang sepertinya memang mengandung hal yang tidak adil ini Ben, tapi aku benar-benar tak bisa membiarkanmu pergi sekarang. Aku harap kau bisa mengerti karena kau harus masih belajar lagi Ben, belajarlah untuk bergerak cepat jika jika sedang dalam keadaan yang mendesak seperti ini, karena jika kau ingin menjadi seorang penegak keadilan kau harus benar-benar bisa memanfaatkan waktu meskipun waktu yang kau miliki sangat terbatas, atau bahkan sedikit Ben. Dan sekarang, maaf harus membuatmu kecewa tapi apa yang pikirkan tidak bisa kau lakukan sekarang. Dan untuk berpikir membantu orang-orang itu lupakanlah hal itu sejenak Ben, kau sekarang mungkin kehilangan kesempatan untuk membantu mereka tapi percayalah kau akan mendapatkan kesempatan lain untuk membantu mereka atau siapapun orang yang membutuhkan bantuanmu di masa yang akan datang," ujar Ster kembali memberikan saran kepada Ben saat itu, agar lebih siap di keadaan yang mendesak seperti ini, hingga menyuruh Ben untuk melupakan sejenak apa yang dirinya usahakan sekarang dan mencoba lagi melakukan hal yang lebih baik di kemudian hari. "O-oh sepertinya apa yang kau katakan memang benar guru, sekarang yang harus aku lakukan hanya bersabar dan untuk ke depannya mungkin memang aku harus lebih sigap agar aku bisa dengan baik melakukan sesuatunya sebaiknya aku lakukan. Baiklah terima kasih atas sarannya guru, sekarang lebih baik kita masuk ke dalam guru, kau juga harus beristirahat kembali kan karena hari sudah semakin larut,"ujar Ben. "Ya tentu Ben, ayo masuklah," ujar Ster. Dan saat itu tentu saja Ben mencoba masuk ke dalam untuk kembali beristirahat dengan Ster, tapi sebelum Ben masuk ke dalam Ben kembali melihat ke arah orang-orang tadi pergi bicara dalam hatinya. "Maaf semuanya sekarang aku kurang sigap untuk menolong kalian karena sikapku yang kurang cekatan tadi dalam mengumpulkan informasi, tapi untuk kedepannya aku akan me coba lebih baik lagi dari sekarang. Aku harap kalian orang yang tidak salah bisa menyelesaikan hal ini dengan baik, tanpa harus mengalami sesuatu yang buruk," ujar Ben. "Ben, ayo. Apa yang masih kau pikirkan?" tanya Ster. "Ya baik guru. Aku masuk sekarang," ujar Ben sambil langsung berlari menuju ke dalam perguruan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN