Ben yang saat itu sendirian karena Shen yang saat itu tiba-tiba pergi karena kebetulan dosen yang mengajar mata kuliahnya sudah datang dan terlihat akan langsung masuk ke dalam salah satu ruangan membuat Shen langsung pergi menghampirinya, masuk ke mata kuliah yang tentu saja harus dirinya ikuti saat itu. Ben tentu saja tak merasakan apapun karena itu sudah memang kewajibannya ikut masuk ke dalam ruangan yang dosennya masuki saat itu, sampai yang Ben lakukan tentu saja langsung saja melakukan apa yang sudah Ben pikirkan tadi, yaitu melakukan hal yang sama dengan Shen tadi, menunggu dosen yang akan mengajar mata kuliahnya datang, di salah satu lorong yang dekat dengan salah satu ruangan kelas kampus tersebut.
"Apa aku tak salah lihat? Ben tadi datang kemari dengan menggunakan mobil Shen? kenapa dia bisa jadi bersama Shen? dan Shen bisa sampai membawa Ben bareng berangkat kuliah kemari? itu tak masuk akal jika Shen hanya kebetulan bertemu dengan Ben di jalan, lagi pula jalan yang harus di lalui Ben tak melewati jalan dimana Ben tinggal kan? beda lagi jika ( Seena berpikir ), jika Shen sengaja menjemput Ben di tempatnya tinggal untuk bisa pergi bersama ke kampus ini. Kenapa malah jadi seperti ini? bukannya Ben berpikir jika yang aku lakukan karena sikapnya yang salah, tapi Ben malah sepertinya acuh saja dan tak peduli dengan apa yang aku lakukan. Dasar laki-laki memang tak bisa mengerti perasaan wanita, tunggu saja Ben aku akan buat Shen tak bisa lagi dekat denganmu, dan membuatmu lebih berpikir dan lebih peka jika aku ini sebenarnya, aku sebenarnya menunggumu untuk meminta maaf dan membujukku Ben," ujar Seena, jadi memiliki pikiran buruk dan malah dirinya yang merasa cemburu dengan Ben yang dekat dengan Shen.
Hingga setelah beberapa saat Ben menunggu akhirnya dosen yang akan mengajar mata kuliah Ben pun hadir, dan tentu saja langsung masuk ke dalam satu ruangan yang kebetulan dekat dengan tempat Ben duduk menunggu, yang tentu saja langsung membuat Ben masuk juga ke dalam ruangan kelas dosennya itu. Ben yang saat itu kembali mendapatkan kursi tempatnya duduk di paling belakang merasakan hal yang tak enak kembali, sampai Ben yang saat itu melihat ada satu kursi kosong di depannya langsung saja mencoba untuk pindah ke kursi tersebut, bukan apa-apa tapi tujuan Ben saat itu hanya ingin lebih dekat ke dosennya saja agar bisa mendengar lebih jelas penjelasan dan materi yang dosen tersebut berikan saat itu, tapi sayang ketika Ben sudah mulai beranjak dari kursi Ben duduk tiba-tiba ada pria yang sepertinya pacar dari orang yang duduk di sebelahnya saat itu, menempati kursi tersebut sehingga mau tak mau tentu saja Ben harus kembali duduk di kursi tersebut.
"Ya sudahlah, mungkin aku hanya harus lebih fokus saja untuk mendengarkan materi yang akan dijelaskan oleh dosen ini sehingga tentu saja aku akan bisa mendengarkan materi yang dia berikan dengan lebih jelas," ujar Ben, sambil tentu saja langsung duduk kembali dan pasrah tentu saja berpikir positif.
Tapi tak lama kemudian ketika materi sudah akan dosen mulai Sin dan Seena bersama kedua orang anak buahnya masuk dengan prilakunya yang tak sopan, bahkan mereka masuk seperti tanpa melewati siapapun yang padahal di depan mereka sudah ada dosen yang akan mengajar di kelas tersebut, tapi apa boleh buat dosen tersebutpun hanya mengacuhkan Sin yang memang b******k dan membiarkannya duduk lalu benar-benar mulai menyampaikan materinya saja.
"Sial, ternyata ini alasan kenapa aku tiba-tiba merasakan hal yang tak enak? dan sepertinya tentu saja mereka akan kembali duduk disini. Dasar bodoh Ben kenapa kau tidak mencoba masuk lebih cepat dan memilih tempat duduk yang lebih baik, dan yang lebih penting adalah jauh dari Sin yang sepertinya akan kembali membuat fokus ku untuk belajar terganggu," ujar Ben, dalam hatinya saat itu.
Beberapa saat ketika pelajaran sudah dimulai memang mereka berempat termasuk Seena dan Sin tak melakukan apa-apa dan hanya terus saja kembali melihat ke depan hanya 2 orang anak buah Sin yang sedikit usil melempar kertas ke orang yang mereka ingin ganggu termasuk Ben, dan mengganggu dengan suara mereka yang berbisik mengesalkan.
"Untunglah sepertinya Seena dan Sin tidak melakukan hal yang tidak aku sukai seperti kemarin, apa maksud Seena coba melakukan hal tersebut tepat dihadapanku? dia seperti orang yang sengaja membuatku merasa panas dan cemburu dengan kedekatan yang dia sedang jalin dengan Sin. Baiklah Ben, karena sekarang hal tersebut tidak terjadi lagi sepertinya kau hanya terus saja mencoba untuk fokus ke materi yang sedang di jelaskan oleh dosen. Kemarin saja ketika kau mendapatkan gangguan seperti itu kau bisa tahan, apa lagi sekarang yang sepertinya Seena tak melakukan hal tersebut lagi, kau pasti lebih bisa menghadapi dan terus fokus ke materi yang dosen sedang coba jelaskan di depan," ujar Ben, dalam hatinya saat itu.
Tapi sialnya baru saja Ben merasa lega karena sesuatu yang mengganggu dirinya saat itu tak terjadi lagi, Ben malah melihat Sin yang saat itu mulai gatal kepada Seena dengan tangannya yang mulai menyentuh tubuh Seena dan berbincang mesra kepada Seena.
"Menggelikan, apa kau tak memiliki tempat lain untuk melakukan hak menjijikan seperti itu selain di dalam kelas ini? aku kau juga jika seperti ini malah jadi terlihat seperti w************n Seena, di dalam kelas yang sekarang sedang ada dosen dan banyak mahasiswa lain juga yang sedang belajar, tapi kau malah melakukan hal yang kurang etis disini. Apa kau memang sebenarnya wanita yang murahan seperti ini?" ujar Ben dalam hatinya saat itu jadi merasa kembali kesal dan terganggu karena Sin yang mulai melakukan aksi menggelikannya, dan Seena yang saat itu hanya berdiam diri saja seperti orang yang ingin Sin belai seperti itu meskipun di dalam kelas yang sudah ada dosen juga.
Ben yang saat itu sudah mulai kembali kesal dengan Seena dan Sin yang mulai melakukan aksi konyolnya kembali merasa sangat kesal dan ingin pergi keluar dari kursinya itu sampai tapi kembali memikirkan prestasi dan materi tentu saja Ben tak ingin jika sampai nama baiknya yang terkenal rajin dan pintar di kampus tersebut tercoreng karena hanya permasalahan sepele seperti ini, hingga Ben pun langsung saja mencoba untuk kembali tenang saja terus mencoba untuk fokus ke materi yang sedang dosen terangkan saat itu.
"Meskipun aku bisa tenang dan bisa terus fokus ke materi yang sedang dijelaskan oleh dosen tapi sekarang aku harus bisa mengalihkan perhatianku saja, agar aku bisa benar-benar terus fokus dan tenang meskipun mereka sepertinya menggoda ketenangan dan fokus ku," ujar Ben dalam hatinya, terus saja memperhatikan dosen menyampaikan materi.
Sampai kebetulan saat itu dosen yang sedang menjelaskan materi di depan pun meminta agar salah satu orang mahasiswa yang ada di dalam kelas maju ke depan untuk membantunya menyelesaikan persoalan yang sedang dirinya jelaskan, dengan cepat saat itu tentu saja Ben langsung mengajukan dirinya untuk maju ke depan membantu menyelesaikan soal tersebut.
"Bagus kebetulan sekali, aku sedang membutuhkan ini agar tidak terus saja melihat sikap menggelikan Seena dan Sin," ujar Ben, sambil langsung saja beranjak dari kursinya menghampiri dosen di depan untuk mengerjakan persoalan yang saat itu sudah dosen jelaskan tadi.
Tapi ketika Ben melangkah yang mengharuskan Ben melewati tempat duduk Seena dan Sin, Ben pun mengalami sedikit masalah tapi masalah yang dihadapi Ben bukan persoalan Seena, tapi yang membuat Ben dalam masalah saat itu adalah salah satu anak buah Sin dengan kakinya yang sepertinya sengaja menjegal langkah kaki Ben saat itu, hingga menyebabkan Ben terjatuh ke lantai saat itu.
"Oh Ben apa kau tidak apa-apa? apa kau terluka?" ujar anak buah Sin yang menjegal langkah kaki Ben saat itu, sambil mereka berdua yang tertawa.
"Tidak, aku tidak apa-apa," ujar Benz yang langsung mencoba bangun dan membersihkan tubuhnya lalu kembali melangkah ke depan.
Sin yang saat itu so-soan menutup mulutnya karena menyembunyikan tertawa puasnya melihat Ben yang terjatuh saat itu tentu saja membuat Ben merasa kesal, apalagi kedua anak buah Ben yang so bersimpati yang langsung tertawa terbahak-bahak dihadapannya tentu saja membuat Ben merasa sangat kesal, tapi saat itu Ben tak langsung mengeluarkan amarahnya karena Ben yang menjaga sikap dan nama baiknya di kampus tentu saja, hingga yang dilakukan Ben saat itu hanya terus saja mencoba untuk kembali berjalan ke depan kelas untuk melakukan apa yang sudah Ben pikirkan tadi, yaitu membantu mengisi soal yang diberikan oleh dosen.
Singkat cerita saat itu Ben sudah bisa menyelesaikan soal yang diberikan oleh dosennya hingga membuat dosen yang saat itu memberikan materi memuji Ben yang pintar karena bisa mengisi soal tersebut, seketika karena sudah berhasil mengerjakan soal tersebut dosen pun jadi meminta kepada Ben untuk tetap berada di depan dan membantunya menyelesaikan kembali soal yang dosen tersebut berikan agar semua temannya bisa lebih mengerti.
"Tentu saja aku sangat senang hati melakukan ini pak, karena aku bisa berada jauh dan tentu saja tak melihat mereka yang melakukan hak yang menggelikan," ujar Ben dalam hatinya, sambil terus saja mengerjakan soal yang ada di papan tulis.
Tanpa sadar saat itu Ben ternyata sudah lama mengikuti mata kuliahnya saat itu sampai dosen pun langsung saja melihat jam, dan mengatakan jika Ben saat itu bisa kembali ke tempat duduknya saja karena jam mata kuliahnya sudah selesai untuk hari ini, lalu dengan memuji kembali Ben dosen tersebut langsung pamit dan keluar dari ruang kelas.
Dan tentu saja semua orang mahasiswa yang ada di kampus tersebut juga langsung membereskan semua peralatan belajar mereka, dan satu per satu pergi meninggalkan ruang kelas hanya tinggal beberapa saat lagi yang tersisa disana termasuk Ben, Seena, Sin, salah satu teman sekelas Ben dan tentu saja kedua anak buah Sin. Ben yang saat itu sadar jika peralatan kuliahnya dirinya simpan di tempat duduk yang kebetulan dekat dengan tepat duduk Sin dan anak-anak buahnya termasuk Sin tentu saja tanpa berpikir buruk langsung mencoba mengambilnya dan pergi dari ruangan kelas secepatnya, tapi ketika Ben akan pergi ke tempat duduknya saat itu Ben pun langsung saja melewati jalan lain yang bisa dirinya lewati untuk sampai di tempat duduknya agar tak melewati tempat duduk anak baju Sin seperti tadi untuk berjaga-jaga dari sikap mereka yang akan jahil lagi tentu saja. Tapi ketika Ben melewati jalan tersebut dan sudah bisa ada di kursi tempatnya duduk tadi Ben pun tak menyangkan jika salah satu anak buah Sin yang tadi menjegal langkahnya hingga terjatuh langsung menghampirinya yang sedang membereskan semua peralatan belajarnya. Tapi dengan tenang tentu saja Ben tak merasa gugup mengenai itu meskipun Ben tahu jika mereka bukan memiliki pemikiran baik saat itu, sampai yang dilakukan Ben tentu saja terus membereskan semua peralatan belajarnya.
"Heh Ben, maaf soal tadi sepertinya kau sedikit tersinggung dan menjadi sedikit marah kepadaku, jujur saja tadi aku hanya merasa sedikit pegal dengan kakiku yang daritadi tak bergerak jadi aku langsung mencoba menggerakkan kakiku saja, tapi sayang ketika aku menggerakkan kakiku, kau tepat ada di hadapanku yang membuat langkahmu jadi terjegal hingga membuatmu terjatuh. Maaf Ben, aku tak sengaja untuk itu," ujar anak salah satu anak buah Sin, mencoba menjelaskan yang terjadi tadi dengan langsung mengulurkan tangannya meminta maaf.
"Ya tak apa-apa, tenang saja aku juga merasa jika kau tak sengaja melakukan hal seperti tadi jadi tenang saja aku tak apa-apa," jawab Ben, sambil mencoba menjabat tangan anak buah Sin saat itu.
Tapi ketika Ben mencoba menjawab kembali tangan anak buah Sin saat itu dengan cepat anak buah Sin menggerakan tangannya hingga jabatan tangan yang Ben lakukan tak berhasil menjabat tangannya sambil bergaya jadi malah mengangkat tangannya tersebut membereskan rambutnya, berniat meledek Ben sepertinya. Tapi Ben yang saat itu mengira hal tersebut akan terjadi tentu saja tak merasa aneh atau kesal, hingga yang dilakukan Ben hanya terus saja membereskan peralatannya dengan cepat hingga akhirnya semua peralatannya bisa Ben masukan ke dalam tasnya, melihat anak buah Sin yang saat itu juga langsung kembali pergi setelah berpura-pura meminta maaf mengulurkan tangannya tapi dengan cepat menarik tangannya kembali ketika Ben mencoba menjabat tangannya, jelas mencoba meledek Ben tentu saja langsung Ben tinggalkan saja tanpa sepatah katapun lagi.
Dan ketika Ben sudah mulai pergi Ben pun mendengarkan ocehan mereka yang saat itu menghina Ben, karena Ben yang saat itu dengan mudah bisa kembali di bohongi dengan sikap menjengkelkan mereka, Ben yang saat itu tentu saja merasa terhina langsung saja pergi keluar dari kampus itu tanpa menganggap ocehan mereka meskipun menghina Ben, sampai teman sekelas Ben yang saat masih ada di bangku depan pun melihat ke arah Ben yang saat itu tentu saja kesal, mencoba untuk menenangkan Ben dari sikap menjengkelkan mereka dengan mengajak Ben keluar kelas bersama, dan tentu saja Ben langsung menerima ajakannya. Diluar kelas temannya tersebut langsung mengatakan sesuatu yang membuat Ben bisa tenang dan melupakan saja apa yang sudah mereka lakukan barusan karena sikap mereka yang memang tak memiliki etika, dan mendengar hal tersebut tentu saja Ben pun langsung saja mengatakan jika Ben tidak apa-apa, dan berterima kasih saja karena dia sudah mencoba untuk membantu menenangkan Ben, lalu pamit pergi.