“Selamat ya sayang-sayang ku. Semoga pernikahan kalian selalu dilimpahi keberkahan dan penuh kebahagiaan. Buruan bikinkan Adek buat Baby Ucup.” “Amin, terima kasih, Kak.” Safira tengah berpelukan dengan sang kakak. Keduanya bahkan saling mencium pipi masing-masing berulang kali. Resepsi pernikahan telah selesai namun masih ada tamu yang baru datang. Kedua mempelai kini istirahat untuk menyantap makan malam. Meski harus berdiri selama berjam-jam tak ada raut lelah di wajah Safira dan Arsya. Mereka justru terus mengembangkan senyumnya hingga menular pada tamu yang hadir. “Ingat nanti malam langsung gassssssss,” bisik Titan. Safira sudah pura-pura tak mendengar ucapan pertama Titan. Eh, malah diulangi kembali. Jahil sekali memang kakaknya. Tidak tahu saja adiknya menahan malu setiap kali

