Gadis-Gadis Meresahkan

1288 Kata

Ihsan hanya bisa menahan kesal dari kejauhan. Bukan jauh lagi tapi sangat-sangat jauh. Indira dan kedua putrinya tetap memakai dress tali spaghetti dengan panjang sebatas lutut. Membuat kepala Ihsan semakin pusing memikirkan tatapan mecum para pria yang ada di sekitaran Villa tempat Indira menginap. Apalagi kini Safira tengah jalan-jalan bersama dengan sepupunya. Anak gadis nya berboncengan motor bersama perjaka tua. Ihsan sudah memberi peringatan pada Arsya agar menjauh dari Safira namun tak diindahkan. Dia justru semakin gencar mendekati gadis belia yang menjadi rebutan para pria lajang. “Mama, Papa telpon lagi.” “Biarin aja gak usah diangkat.” “Nanti Papa marah, Ma. Ngomel-ngomel kayak tadi pagi.” Indira dan Kalila tengah bersantai di kursi malas pinggir pantai menunggu sunset. Mes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN