Kondisi Safira tak ada kemajuan sama sekali. Sudah empat hari dia terbaring tak sadarkan diri di ruang ICU. Banyak selang yang terpasang pada tubuhnya membuat sang mama tak henti-hentinya menangis di sampingnya. Teledor! Satu kata yang membuat keluarga Fathir di hantui rasa bersalah dan penyesalan. Wulan sampai jatuh sakit memikirkan kondisi cucunya yang tak kunjung sadar. Perempuan muda yang ditemuinya di depan komplek saat dia belanja sayur bukan orang baik seperti yang dikiranya. Dengan polosnya Wulan langsung mengiyakan saat Sita melamar pekerjaan dirumahnya karena iba melihat perempuan itu merawat Ibunya yang tengah sakit. “Mama ...” “Iya, Sayang. Lila mau apa?” Gadis kecil itu tak mau berjauhan dari sang kakak. Sepulangnya dari sekolah dan les pasti minta diantar ke rumah sakit.

