Gangguan Kesekian Kalinya

1298 Kata

“Sayang ...” “Yang, bangun.” Ihsan menepuk-nepuk pipi istrinya yang tengah terlelap diatas ranjang hotel. Karena panas Kalila tak kunjung turun Indira memutuskan menginap di hotel yang berada di sebelah rumah sakit. Hanya berdua dengan Kalila tanpa Ihsan. “Sayang, bangun,” bisik Ihsan lagi. “Bangun sebentar sayangku.” Indira menggeliat saat tidurnya terganggu oleh bisikan-bisikan di telinga sebelah kanannya. Matanya terasa berat untuk dibuka membuatnya harus mengucek beberapa kali. “Mas Ihsan kok bisa ada di sini?” “Aku tidak bisa tidur.” “Bukannya di ruangan Fira ada ranjang untuk penunggu pasien? Sofa bed nya juga besar cukup nyaman buat Mas Ihsan tidur.” “Nggak nyaman, Yang. Aku tidak bisa tidur,” rengeknya sambil menarik tangan sang istri agar turun dari ranjang. Sebelum memba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN