EP. Safira&Arsya POV Safira 2

1409 Kata

Om Arsya berubah aneh. Sejak dia datang tak bosan-bosannya merayuku. Rasanya malu sekali ditatap tajam oleh pria yang aku idolakan sejak SMP. Aku sampai salah tingkah hingga menumpahkan cookies milik Dek Lila. Untungnya Papa belum kembali dari ruang rapat. Jadi, aku bisa ngobrol banyak sama Om Arsya. Hanya obrolan seputar kampus dan yayasan. Aku kira Om Arsya pria yang kaku ternyata dugaanku salah. Selama kami berbincang dia memberi banyak tips kuliah sambil kerja agar tidak keteteran. “Memangnya Papa bolehin kamu bantuin di yayasan? Nanti ngereyog bikin pusing Nenek.” “Awalnya sih gak boleh, Om. Setelah di omelin Mama langsung berubah pikiran.” Lagi-lagi Om Arsya tertawa. Saking lebar tawanya kedua matanya sampai menyipit. Meski sudah berumur dia masih terlihat ganteng. “Katanya di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN