Pov Yasir. Perlahan jemari meraih album yang sampulnya sudah memudar. Menarik nafas lalu menghelanya dari mulut. Entahlah, ada rasa berdebar saat aku menyentuh album foto ini. Karna dari setiap banyaknya album, baru kali ini aku melihat yang sekusam ini sampulnya. Lembar demi lembar aku amati gambar didalamnya. Semua nampak biasa saja, tidak ada yang aneh. Hanya berisi foto jadul keluarga, gambar masa kecil aku dan Ridwan pun ada disini. Semua terlihat normal. Kutoleh wajah Ibu yang memandang lurus keluar jendela. Tak ada gairah disorot matanya, entah apa yang Ibu fikirkan. Aku kembali menekuni gambar, sampai bagian terakhir tidak ada yang mencurigakan. Eh ... apa ini. Alisku menaut dengan keras. Bukankah ini Fiona kecil, dia sedang dipeluk dengan seorang perempuan. Aku berfikir kera

