Sesak .... Dada bergemuruh dan ingin marah pada diri sendiri. Ragaku beranjak, membuka setiap laci yang ada dilemari. Mengeluarkan semua benda dengan hati yang berkecamuk, sampai manik menemukan benda yang aku cari. Album foto, dengan sampul yang sudah pudar warnanya. Satu demi satu kutoleh semua gambar yang ada didalamnya. Tangan berhenti tergerak, saat menemukan gambar aku dan Fiona dimasa lalu. Lagi ... air mataku meluncur bebas, tubuhku bergetar dengan bahu yang terguncang hebat. Kupandangi wajah lamaku yang begitu mirip dengan anak perempuanku itu. Hati menjerit, mengingat masalalu yang begitu berkubang dosa kenistaan. Yah ... dahulu, aku memang sehina itu. Hah ... kurasa, aku tidak pantas dipanggil Ibu olehnya. Ibu nama yang tega, meninggalkan anaknya demi pergi bersama selingk

