bagian 109 - Manis.

1431 Kata

"Ya ... aku percaya," ucapnya kemudian setelah diam beberapa saat. Aku bernafas lega, lalu memeluknya dengan segenap jiwa dan ragaku. "Kenapa sayang?" tanyaku saat melihat raut Fio yang masih terlihat gelisah. Fio menghela nafas, lalu menatap dengan lekat. "Aku hanya berpikir, jika dia bisa senekat itu. Dia pasti akan berbuat hal diluar dugaan dilain kesempatan," ucap Fiona. "Dia bisa saja terus mendekati, Mas Yas. Aku jadi mengingat seseorang ..." sambung Fiona dengan wajah cemas. "Awalnya menolak, tapi jika terus di dekati dan di goda. Bukan hal mustahil, setan akan hadir diantara kalian." "Aku harus bagaimana?" tanyaku cemas. Aku tak ingin Fio berprasangka buruk tentangku. Terlebih, dia memiliki masalalu yang kelam, tentang perselingkuhan. "Apa aku harus mengajukan pindah?" usulk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN