bagian 87 - Memaafkan Ibu.

1741 Kata

"Kamu Eva?" Wajah imut dengan make-up tipis itu nampak tersentak, aku bahkan bersuara dengan lembut. "Eh ... I-ya, Mbak." ucapnya gugup, wajahnya terlihat sekali tak nyaman saat aku jalan mendekatinya. "Saya, Fiona. ISTRI, Dokter Yasir." sengaja aku menekan kalimat terakhir, untuk mengingatkan, barang kali dia lupa. "I-ya, Mbak Fiona." ucanya ragu-ragu, perlahan wajahnya terangkat melihat wajahku. Tanpa buang waktu aku pamerkan senyum termanisku, dengan wajah bersahabat. "Sudah lama jadi asisten suami saya?" tanyaku sambil bersedekap d**a, mata mengamatinya dari ujung kaki hingga kepala, membuat dia terlihat salah tingkah. Seragam hijau tosca dengan hijab yang senada, tubuhnya yang ramping dengan kulit putih bersih berwajah baby face. Lumayan cantik, sebenarnya. Kalau aku taksir dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN