bagian 62 - Permainan Kecil.

1640 Kata

Pov Daniel. Sisa hujan semalam masih terasa dingin menembus kulit, tubuhku terpaku didepan jendela kaca, dengan pandangan lurus kedepan. Kenangan indah menari-nari diingatan, terbayang senyum wanita termanis pernah aku miliki. Kenikmatan sesaat membutakan fikiran, rasa menyesal selalu meresap kedalam hati dan relung jiwa. Ahh ... andai aku tidak melakukan kesalahan. Saat ini, mungkin aku masih menjadi pemilik senyum manis itu. Rasa perih selalu merenggut hatiku, tangis kesendirian seolah menjadi teman sehari-hari. "Dan ..." suara Mamih membuyarkan lamunan. Aku hanya menoleh sesaat, lalu kembali menatap keluar jendela. Suara hela nafas berat, terdengar dari wanita yang sudah melahirkanku. Wajah sedih terlihat, saat semakin dekat dengan ragaku. "Carilah istri lagi, kau terlalu menyiks

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN