bagian 71 - Tersangka Penusukan.

1443 Kata

Fiona membuka jendela kamar, angin malam langsung berhembus menerpa wajah cantiknya. Rambut hitam panjangnya dia biarkan terurai, terpaan angin membuat rambutnya menari-nari diudara. Sungguh, satu ciptaan Tuhan yang sangat sempurna. Dari tatapan mata bening itu terlihat kosong, seolah menerawang jauh, entah apa yang tengah difikirkan oleh pemilik hatiku ini. Ingin bertanya, namun lidah ini begitu kelu. Untuk pertama kali dalam kebersamaan kami, aku melihatnya seperti ini. "Sayang ..." ragu, aku bersuara. Fiona menoleh, dan melempar senyum termanisnya. "Apa ada yang mengganggu, fikiranmu?" ucapku hati-hati. Fiona mendesah lelah, dan menggelengkan kepalanya. "Kamu tidak nyaman tinggal disini?" lagi aku bertanya. "Nyaman." ucapnya. "Ibumu, sungguh baik padaku. Aku sangat diperhatikan,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN