•• Happy reading •• Kisah cinta lain juga sedang berjuang. Amsterdam? Ternyata, kau juga menyimpan banyak luka dan patah hati. "Ibu tidak bangunkan Andara?" "Tidak. Biarkan saja, sejak semalam dia sakit perut dan terus bolak-balik ke toilet. Nanti, Ibu minta tolong kamu ya antarkan sarapan buat Vante. Sekalian nanti sore baru ajak Andara buat jemput Vante. Ayah soalnya kecapekan dan masih tidur," ucap Hanaya pada Renan yang sedang mengunyah tahu goreng pagi ini. Dia selalu ada dimana-mana sepertinya. "Ah, gitu ya, Bu. Nanti Renan antarkan sekalian mau ke makam, Bu." Hanaya memberhentikan aktivitasnya yang sedang menggoreng telur dadar, dia melupakan sesuatu. Lalu, dia menatap ke arah Renan yang dianggap seperti putranya sendiri, layak adik Vante. "Ah, Ibu lupa, Nak. Hari ini, ya? Maaf

