•• To be continue •• Bunga itu, sedang mekar-mekarnya. Sret. Baru saja Andara selesai mengikat tali bajunya ke belakang, Vante sudah lebih dulu mengambil jatah memeluk Andara dari belakang. Terlihat jelas dari pantulan cermin, pria itu sudah rapi dengan pakaiannya. "Ga usah pergi aja kali, ya?" Vante melingkarkan kedua tangannya di perut Andara dan bibirnya tidak berhenti memberikan kecupan manis di leher sang istri. "Kenapa ga usah? Nanti, kalau papah ga terima, kita langsung pulang saja," celoteh Andara. Lalu, dia memasang krim wajahnya secara hati-hati, mengabaikan suaminya yang bergelantungan manja di bahu. Bukan langsung menjawab, pria ini semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri. "Mau pelukan sama Adek di bawah selimut, terus main cium-ciuman sampe bobo," timpalnya member

