"Bangun Fay!" Gema mengguncang tubuh Faya yang kini masih terlelap dibalik selimut. Ia juga menepuk kecil pipi gadis itu dengan tujuan agar cepat sadar, namun ternyata Faya masih tidak bergeming sama sekali. "Fay ayo bangun, sudah imsak, kamu harus sahur." Namun Gema tidak pantang menyerah, ia masih dengan gigih membangunkan Faya yang memang sulit dibangunkan. Gema sudah hampir terbiasa mungkin, karena selama satu bulan, lelaki itu selalu membangunkan Faya dalam keadaan seperti ini. Tapi kadang-kadang Faya juga bisa bangun sendiri kok, hanya sesekali sih. Itu pun habis sholat subuh kadang masih tidur lagi. Makanya jangan heran kalau Gema kadang galak, karena Faya sendiri pun bandelnya kayak anak kecil. "Fay!!" "Faya ayo bangun!!" "FAYAAAA!!" dan kali ini Faya terbangun dengan mata terb

