Semua yang ada di meja bundar tegang, di mana di sana ada keluarga Bryan serta keluarga Soraya, serta Bryan sendiri dan Soraya yang ada di sampingnya dengan perut yang begitu besar. Tegang, saling menatap serius nan tajam, kemudian menatap ke tengah-tengah mereka. Botol yang diputar itu ... berhenti. Semuanya terperanjat. Dan ibunda Soraya tersenyum lebar mengetahui kini dirinya, mendominasi, karena ujung botol mengarah ke arahnya. “Kalau begitu, nama saya yang menang. Anak kedua nanti nama keluarga Bryan, Ugo, kalau ada anak ketiga nanti nama belakang suami saya, Ananda.” Soraya bertepuk tangan. “Yeay, nama belakangku!” Keluarga yang a

