Dari jauh, Mia sudah bisa melihat dua manusia yang sedang duduk. Seperti sengaja sedang menunggu nya. Sekretaris Ang mempersilahkan Mia untuk masuk. Mia menurut saja. "Tuan Abraham! Nona Mia sudah datang." sekretaris Ang lebih dulu maju. "Oh, terimakasih Tuan Ang. Anda boleh pergi kalau begitu." sahut Abraham menoleh. "Mia, duduk lah!" perintah Abraham beralih pada Mia yang masih berdiri. Mia mengangguk. Lalu duduk di depan suami istri itu. Abraham sendiri langsung menoleh pada sekretaris Ang yang masih berdiri di sana seperti menegaskan sekali lagi agar dia meninggalkan ruangan. Sekretaris Ang memutar tubuh, lalu melangkah pergi. Padahal dia ingin sekali tau apa yang akan di bicarakan Abraham. Tapi ya sudah lah. Dia tidak ingin terlihat mencolok, memilih menyingkir. "Mia!" panggi

