Emma datang ke sekolah tepat waktu, ia hari ini benar-benar ceroboh. Bisa-bisanya lupa menaruh sepatunya, biasanya ia letakkan di rak namun tadi setelah dicek tidak ada. Disaat Emma hampir menangis karena takut terlambat ke sekolah, tiba-tiba James datang membawakan sepatu yang sedari tadi dicarinya. Rupanya ada di belakang pintu masuk. Seketika Emma ingat jika kemarin ia terlalu lelah dan meletakkan sepatunya di sembarang tempat. “Jika saja kau terlambat, mungkin kau akan diturunkan ke kelas reguler, Emma,” bisik Margareta yang saat ini berpenampilan luar biasa. Riasannya memang tidak terlalu ramai, simpel namun elegan. Berbeda dengan Emma yang hanya menggunakan lip gloss dan bedak. “Pulang sekolah nanti, bisakah kau menemaniku ke perpustakaan? Aku ingin membaca koleksi novel yang dised

