Bab 27

1590 Kata

Suasana hati Kayla nampak sangat baik, ia bahkan tertidur dengan keadaan tersenyum, benar-benar keadaan yang indah. “Aku harus melakukan sesuatu, dalam jangka dekat aku akan pergi,” gumam Devan sembari mencari secarik kertas dan amplop untuk dikirimkan kepada seseorang. Mencari sesuatu di dalam kegelapan memang menyusahkan, walau akhirnya Devan mendapatkan kertas berwarna coklat dan tentu saja sebuah pulpen. Dengan cepat ia keluar dari kamar tempat Devan dan Kayla beristirahat, lalu mencari tempat yang pas untuk menuliskan surat itu. “Kurasa di sini aman, apa kau ada di sini, Abigail?” tanya Devan sambil memperhatikan keadaan sekitarnya. “Tentu,” celetuk Abigail yang tiba-tiba duduk di kursi yang berhadapan dengan posisi Devan. Benar-benar waktu yang sangat mepet, bahkan ia sangat menyes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN