“Aron! Cukup!” teriak Alvaro dan berusaha memegang kedua tangan Aron yang kini menghancurkan seluruh isi rumahnya, Pecahan kaca dimana-mana, lebih tepatnya rumahnya kini seperti kapal pecah. Perbuatan Aron berhasil membuat semuanya hancur. “ARON!” kali ini Alvaro berteriak lebih kencang, namun tidak ada yang bisa menghentikan vampir yang sedang emosi itu, bagaimana tidak, Helena perempuan yang ia cintai mati karena ia bunuh sendiri, lalu mayatnya hilang diambil orang lain di hutan. Aron penuh kekesalan, amarah, kecewa, semua berkecamuk dalam hatinya, dia tak mampu lagi menahan amarah, semua hancur. Kebur. Rusak seperti tubuhnya yang bukan lagi manusia. Aron menatap Alvaro bengis, kalau saja dia dibiarkan mati oleh Alvaro dia tidak akan menjadi vampir seperti ini yang membunuh orang yang d

