Azumi dan Dwayne berada di taman yang biasa dikunjungi Rebecca. Dwayne telah memaksanya dan akhirnya Azumi hanya menurutinya dengan pasrah. “Di mana dia?” keluh Azumi yang lelah menunggu. “Sebentar lagi akan datang, bersabarlah sedikit. Rebecca saja mampu menunggumu selama bertahun-tahun,” celetuk Dwayne geram. Jika menunggu Emma, semangatnya sangat membara, lagipula Emma juga menuruhnya untuk meminta maaf pada Rebecca. Beberapa menit kemudian datanglah sesosok gadis seusia mereka yang mengenakan pakaian sopan. Tidak lupa juga dengan melambaikan tangan bermaksud untuk menyapa terlebih dahulu. “Hai, Dwayne, dan … Azumi,” gumamnya. “Rebecca, Azumi ingin mengatakan sesuatu padamu,” ucap Dwayne yang disambut jitakan dari Azumi. “J-jadi … aku—“ belum selesai Azumi menyelesaikan kalimatnya,

