Karena rasa ibanya. Kini kembali Leonard peluk dengan hangat tubuh Lyora. Yang kembali kini Lyora terisak dalam peluknya. Selama mendengarkan setiap penjelasan Lyora. Sungguh Leonard merasakan sebuah kesesakan didadanya. Sama sekali ia tak mengira, jika kehidupan Lyora memiliki kemiripan dengan hidupnya. Atau bahkan jauh lebih menyedihkan sebab Lyora yang harus bisa menghidupi dirinya sendiri. Juga diperlakukan cukup buruk dengan Omanya sendiri. Tak seperti dirinya yang masih bisa hidup bergelimangan harta. Hidup dengan layak, juga tak pernah disusahkan oleh sang Mama. ‘Kamu harus tahu satu hal, Ra. Kalau kamu belum bisa begitu saja menilai jika setiap kasih sayang yang, Mama, berikan kekamu itu memang nyata atau sekedar berpura-pura semata. Ones again. Satu kali lagi gue kembali menemuk

