Kini Lyora tengah berkendara menuju toko bunga Bu Kinan. Kembali Lyora merasa kesal karena ia lihat tertampang nama Leonard diponselnya. Yang hal itu sungguh membuatnya malas unuk menerimanya. Sebab ia yang kondisi hatinya sedang hancur itu begitu malas jika harus meladeni omongan Leonard yang akan menyakitinya. Hingga Lyora memilih untuk mengabaikannya. Namun sayang, terus saja Leonard menghubunginya yang membuat telinga Lyora semakin terganggu. Hingga kini dengan begitu malasnya Lyora segera menerimanya. “Hallo, Assalamu’alaikum...“ salam Lyora acuh tak acuh. “Wa’alaikumussalam. Kamu ini kemana saja sih, Ra? Kenapa kamu gak mau angkat telpon dari saya? Kalau saya telpon itu berarti ada yang perlu saya tanyakan ke kamu! Itu tandanya juga saya sedang membutuhkan bantuan kamu! Kamu inga

