Lyora kerutkan dahinya seraya kini selangkah ia berjalan maju kearah Leonard. “Ya, itu kan kamu yang udah bosen, Mas! Kalau aku kan belum pernah kesana!” Makinya dengan emosi yang berapi-api. “Disini saya ya, pemimpinnya. So, kamu harus mau ikutin saya apa pun itu keinginan saya. Ayo,” ajak Leonard seraya mulai ia tarik satu tangan Lyora dengan kasar. Lagi dan lagi Lyora tak dapat melawannya dan kini hanya ia ikuti saja apa kemauan Leonard. yang sebenarnya sungguh malas jika ia harus menuruti kemauan seorang suami yang sungguh menyebalkan itu. Hingga kini, dikala mereka sudah berada didalam lift, mulai Lyora lepaskan genggaman tangan Leonad dengan kasar. Dan Leonard hanya memutar bola matanya malas seraya ia bersidekap. Yang sungguh ganyanya yang angkuh itu lah yang membuat Lyora semakin

