Setelah menjauh pergi dari jangkauan para rekan kerjanya. Dengan kasar Leonard mulai menggenggam ponselnya. Sebab ia sedang menahan amarahnya sejak awal ia mendengar ponselnya berbunyi. “Halo, Lyora! kamu ini apa-apaan sih! Kamu tahu kan kalau saya sedang dikantor? Itu tandanya saya sedang bekerja dan tidak bisa diganggu sesuka kamu! Ini, belum jam istirahat ya. Dan kalau memang satu kali kamu telpon dan saya gak angkat, itu sebaiknya kamu jangan telponsaya lagi! Kamu sudah buat saya malu, ngerti kamu!” Makian Leonard itu membuat Lyora kembali menitihkan airmatanya. “Okkay, Im sorry, Mas Leon. Aku benar-benar gak tahu. Ini sudah adzan Dzuhur, jadi saya pikir meeting, Mas Leon, sudah selesai,” ucap Lyora yang terdengar jika ia tengah menangis. Membuat Leonard cukup mengkhawatirkan kead

