Selama menyantap sarapannya, Leonard tak dapat bernapas lega sebab terus saja memikirkan hal itu. Lyora yang mengetahuinya pun kembali ia hanya menerka. Sedangkan Mama, Sejak tadi begitu menikmati sarapannya dan terlihat jika Mama menyukai pancake buatannya. Hingga kini sarapan telah usai dan Mama mulai menggenggam satu tangan Lyora seraya ia tersenyum. “Honey, thanks for a sweets breakfast. That so delicious, Iswear,” ucap Mama dengan bahagianya. Dan Kini beralih Lyora yang turut menggenggam tangan Mama. “Your wellcome, Ma. Lyora so happy too if, Mama, so like it. Oh iya, didapur masih ada lho, Ma, pancakenya. Gimana kalau, Lyora, hangatkan lalu Lyora bawakan untuk, Mama? Mama, mau?” tawar Lyora dengan penuh semangat. Dan Mama yang memang menyukainya pun menyetujuinya dengan sebuah an

