"Mama bilang sama Nada kalo ini bercanda kan, Ma?" teriak Nada yang terduduk lemas karena kabar yang diberikan oleh sang ibu. "Nad, kamu harus kuat, ya." Nada menggeleng keras. Berharap apapun yang ibunya katakan mengenai Kevand itu tidak benar sama sekali. Ia melirik rumah Kevand yang tampak begitu sepi dengan gembok yang mengunci gerbang rumahnya. "Nad.." "Mama bilang yang bener, Ma. Nada bukan anak kecil lagi buat dibercandain kayak gini!" "Nad, maaf Mama baru bilang sekarang. Mama takut kamu--" "Terus, kalo Mama bilangnya sekarang, nggak bakal kejadian?" Tangis Nada semakin kencang. Sang ibu menarik tubuh Nada ke pelukannya. Tubuh Nada bergetar karena tangisnya. "Maafin Nada bentak-bentak Mam." ucap Nada pelan. Sang ibu mengelus punggung Nada lembut. Berharap putrinya menjadi

