29. Rencana lain

1882 Kata

Nada masih bersenandung mengikuti alunan lagu yang ia putar lewat aplikasi musik di ponselnya. Ia membawa beberapa barang yang sekiranya ia butuhkan nanti. Seperti akan pergi jauh saja. Padahal, ia hanya pergi ke rumah Kevand karena ibunya harus pergi hari ini karena suatu urusan. "Nada!" Gadis itu hanya memutar bola matanya saat mendengar teriakan di depan rumahnya. Tentu saja, ia tahu siapa itu. "Gue kira lo tidur tadi. Dipanggil nggak nyaut-nyaut." ucap lelaki itu sambil duduk sekenanya. "Ya elah orang pintunya juga nggak gue kunci." balas Nada. "Nah itu dia. Karena pintunya nggak dikunci, jadi takutnya lo ketiduran." "Ini masih pagi ya, Kevand. Nggak masuk akal kalo gue ketiduran." "Ya udah, ayo." "Bawain, dong." Nada menyerahkan tasnya kepada Kevand. Sementara, ia memeluk bone

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN