32. Keresahan

2084 Kata

"Lho, Iel?" Nada tak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat lelaki dengan surai legam itu berdiri di depan pintu rumahnya. "Hai, Nad." sapanya dengan senyum lebar yang membuat matanya hampir menutup. "Kamu..." "Iya, aku baru pulang." "Kok langsung ke sini?" tanya Nada yang masih membiarkan mereka berada di ambang pintu karena belum mempersilakan Iel masuk ke dalam rumahnya. "Pengen ketemu." Lagi-lagi, Iel menunjukkan senyumannya yang jujur saja sangat Nada rindukan itu. "Ini aku nggak disuruh masuk?" Iel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Eh iya. Sorry, ya malah berdiri terus gini. Ayo, masuk." Setelah menyapa kedua orang tua Nada, keduanya tampak bingung. Ada yang ingin mereka utarakan satu sama lain, sebenarnya. Tetapi, nampaknya semua hanya menjadi kecanggungan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN