Baju Akad

1612 Kata

Bram menatap bingung ponselnya, tidak biasanya Alvin langsung memutuskan sambungan sepihak tanpa aba-aba. Dia belum juga menjelaskan apapun. Alvin langsung mengatakan dengan lantang penolakan terhadap keinginannya untuk menikah lagi. Padahal sebelum pergi mencari Wati dan Wengi, dia begitu yakin kalau Alvin mendukungnya dengan izin yang Alvin berikan tanpa keraguan sedikit pun. Bram menghela napas sembari kembali menggerakkan jarinya untuk kembali menghubungi nomor Alvin. “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif-” Bram memutuskan panggilan pada nomor Alvin. Suara operator yang terdengar, itu sudah cukup membuatnya berasumsi kalau Alvin marah dan benar-benar tidak mengizinkan dia untuk menikah lagi. Dia kini duduk bersandar di karpet yang digelar Guna tadi pagi, matanya menerawang jau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN