Part 20

1448 Kata

Hembusan angin malam yang cukup dingin menusuk tulang sama sekali tidak membuat Olivia berniat beranjak dari tempatnya. Ia bahkan hanya mengeratkan kimono tidurnya kemudian menyesap teh hangat yang sedari tadi ia bawa ditangannya untuk sedikit mengusir rasa dinginnya malam. Pandangan Olivia fokus menatap langit malam dari balkon lantai 3 mansion ini. Sebenarnya ia bisa saja menikmati pemandangan ini dari balkon di kamarnya, tapi karena ingin pemandangan langsung ke kolam renang yang bisa dilihat di balkon ini membuat Olivia lebih memilih tempat ini. Entahlah sekarang sudah pukul berapa, sepertinya sudah jam 12 malam, entah itu lebih atau kurang. Olivia belum juga bisa tidur, beberapa hari belakangan ini ada sesuatu yang mengusik pikirannya. Olivia merasa ada yang menjanggal, tapi ia tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN