Bian meminum vodkanya, membiarkan sejenak di dalam mulutnya untuk merasakan setiap detail rasanya kemudian meneguknya secara perlahan. Seolah tidak pernah membiarkan gelasnya kosong, Bian terus mengisinya tiada henti tiap kali usai meneguknya. Entah sudah berapa gelas yang ia teguk, tapi ia belum mabuk juga. Ia masih sangat sadar, padahal ia berharap akan mabuk berat agar tidak memikirkan apapun lagi. "Permisi Tuan." Reno memberanikan diri untuk menghampiri Bian yang sudah sekitar 2 jam yang lalu hanya duduk termenung di mini bar yang berada di mansionnya sembari minum. Bian tidak menjawab, tapi diamnya seolah memberi isyarat agar Reno memberi tahu keperluannya menghampiri Bian. "Saya sudah mengerahkan anak buah terbaik saya untuk mencari keberadaan nyonya Olivia Tuan, tapi sayangnya sam

