Reno menyandarkan tubuhnya pada mobil Bian sembari mengecek beberapa pekerjaannya di ponselnya. Ia tengah menunggu Bian untuk berangkat ke kantor seperti biasanya. "Kau berangkatlah ke kantor, aku akan menyusul nanti." Reno terkesiap saat tiba-tiba Bian datang. Ekspresinya sedikit kebingungan saat melihat Bian masih menggunakan piyama tidurnya, biasanya ia akan menemui Reno dengan setelan jas rapinya. Sepertinya ia benar-benar belum akan berangkat ke kantor. "Apa ada masalah Tuan?" Reno merasa ada yang tidak beres membuat ia khawatir. Bian terdengar menghela nafas. "Olivia memintaku untuk memasakkannya soto," cerita Bian. "Kau tau sendiri aku tidak pernah menyentuh dapur. Mungkin jika ia minta steak atau spageti aku masih bisa mencobanya, tapi ini soto. Bahkan memakannya pun aku tida

