Reno Arafka, pria tampan berbadan tinggi tegap berusia 27 tahun ini merupakan anak sulung dari 2 bersaudara yang berasal dari keluarga yang kurang berada. Ayahnya sakit-sakitan, sementara ibunya sudah meninggal dunia. Hidup dengan serba kekurangan membuat ia harus berusaha keras untuk bertahan hidup. Ia menyelesaikan pendidikannya dengan bermodalkan beasiswa. Ia mengambil jurusan Bisnis semasa kuliahnya di salah satu Universitas di Jakarta. Menjadi sarjana tidak membuat ia mudah mendapatkan pekerjaan, apalagi Reno tidak punya kenalan dalam ruang lingkupnya yang dapat membantunya mencari pekerjaan. Belum lagi ia harus terus membeli obat untuk ke sembuhan ayahnya yang mengidap kebocoran jantung dan asma. Ia juga memiliki adik laki-laki yang masih sekolah kelas 2 SMA pada waktu itu yang juga

