Hari ketiga tugas di Singapura, meski ditemani istri sebagai asisten tetap membuat keduanya keteteran saking padatnya jadwal. Serasa honeymoon apanya, sedang tiap hari pontang-panting diuber kerjaan. Beruntung tanggung jawab mereka bisa selesai dengan hasil yang memuaskan seperti harapan bosnya sebelum berangkat. Lelah hati, pikiran dan tenaga. Harusnya setelah seharian sibuk malam Liam bisa mengistirahatkan raga dan pikirannya, tapi nyatanya tidak begitu. Dia juga punya beban tentang adiknya. Obrolannya dengan sang istri setiap kali mereka punya waktu senggang, makin membuat perasaannya campur aduk tidak karuan. Dia memang marah, kecewa dan sakit hati dibohongi selama itu oleh adik juga sahabatnya sendiri. Namun, sekecewa apapun mana mungkin Liam benar-benar tega menghalangi kebahagiaan

