Liam tidak main-main dengan rencananya untuk mempercepat rencana pernikahan mereka. Selepas meeting rutin dia dan Shera sengaja tinggal di ruang rapat untuk bicara dengan bosnya. Sempat dibuat cengo, tapi Ibra dan yang lain malah menanggapi ketidaksabaran Liam untuk segera menikah itu dengan tertawa menggeleng. Jangankan minta kelonggaran, keduanya malah meringis saat bosnya menyanggupi untuk membantu mempersiapkan pesta mereka. Tidak mengherankan, karena Liam bukan cuma pegawai tinggi dan tangan kanan Ibra. Sejak kecil dia dan Nay sudah dianggap seperti keponakan sendiri. Sekarang saat mau menikah, mana mungkin Ibra berpangku tangan. “Jadi nggak enak sama pak boss,” gumam Shera saat mereka sudah berada di dalam lift. “Setiap ada yang mau menikah, mereka biasanya memang begitu. Om Ibra

