Mencintai Pria Lain

1851 Kata

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Aku sudah rapi dengan memakai jas saat menikah kami dulu. Harusnya aku bahagia, bukan? Tapi kenapa air mata malah tak mau berhenti menetes di pipi sedari tadi. "Mal." Aku terkesiap dan secepatnya menyeka air mata saat Anthony menepuk pundak dari belakang. "Kenapa masih diam di sini? Ayo keluar! Penghulu sudah menunggu." "Apa Karin sudah turun?" tanyaku dengan suara sedikit serak. "Belum," jawabnya, lalu menelisik wajahku, "kamu habis nangis? Kenapa? Ada yang kamu pikirkan?" Aku menggeleng sembari menahan air mata yang hampir kembali menetes. "Ada apa, Malik?" tanyanya khawatir. Aku menunduk dan kembali terisak, lalu memeluk Anthony begitu saja. "Kenapa? Ceritakan padaku. Ini hari bahagiamu, Malik. Seharusnya kamu tersenyum." Bukannya menja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN