Harus Ikhlas

1895 Kata

~POV FANDI~ Aku menepikan mobil, memandang kosong ke depan, lalu menunduk dan menumpukan kening di setir mobil. Teringat perlakuan dinginku pada Karin membuat hati sakit. Akan tetapi, ini kulakukan agar kami tak saling bergantung satu sama lain lagi. Sebentar lagi, sandiwara ini akan segera berakhir. Aku menengadahkan wajah sembari menghela napas panjang, lalu menghapus jejak air mata. Setelah merasa cukup tenang, mobil kembali melaju dengan kecepatan sedang. Entah mau ke mana tujuanku malam ini. Aku hanya ingin menenangkan diri. Melihat wajah Karin dan Kamal, hati ini perih tak terkira. Apalagi mengingat keduanya akan kembali pada Malik. Setelah berputar-putar tidak jelas, mobil melaju dan berhenti di sebuah pantai. Entah berapa lama aku hanya duduk termenung sendiri menatap gelapnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN