Terpaksa Menyakitimu

1519 Kata

~POV FANDI~ Hatiku teriris perih, terasa diremas-remas melihat wajah Karin yang syok melihat foto-foto di ponsel itu. Dia diam terpaku dengan bulir-bulir kristal mulai menggenang di pelupuk matanya. Tak berselang lama, ponsel dari tangannya yang gemetar jatuh begitu saja. Karin berlari meninggalkan kami. Dengan cepat aku menyusul, tapi pintu kamarnya sudah lebih dulu ditutup. Aku masih sempat melihat wajahnya yang sudah bersimbah air mata. Langkah ini terhenti dengan kedua tangan mengepal kuat melihat pintu yang telah tertutup sempurna. Andaikan saja kamu tahu, Karin. Bukan hanya kamu yang sakit, tapi aku juga merasakan hal yang sama. Hati ini ingin berontak dan menolak kenyataan, tapi apa daya? Aku tak bisa melakukannya. Dengan langkah lesu, aku kembali menghampiri Malik dan temannya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN