Nathan - 51

1820 Kata

Nathan dan Anya ambruk kelelahan di sofa, tak satu pun dari mereka mampu bergerak. Dalam beberapa menit mereka hanya terdiam, sama-sama terengah dan berusaha untuk mengatur napas. Ketika mereka bisa bernapas normal lagi, Nathan menarik keluar dirinya dan membantu Anya untuk duduk. Telanjang tanpa sehelai benang, mereka berdua duduk di sofa. Dengan kekacauan di sekeliling mereka. Ada robekan pakaian dan kancing baju yang bertebaran dimana-mana. Nathan melirik Anya yang mengigit bibir bawahnya dan wajahnya merona. “I love you, Baby,” ucap Nathan sebelum mencium Anya, seolah tak pernah puas bagi Nathan dan ia tak melepaskan Anya begitu saja sampai keduanya merasa benar-benar membutuhkan oksigen. Nathan mendapati ponselnya berkedip-kedip, ia yakin ada pesan masuk. Diraihnya ponsel yang ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN