2. kejutan

337 Kata
mejanya berantakan penuh dengan berkas berkas pekerjaan yang belum selesai ia rapikan. padahal waktu telah menunjukan pukul delapan malam. semua karyawan yang lain telah pulang. menyisakan beberapa orang lagi yang bernasib sama seperti dengannya. Bian menghembuskan nafas dengan dalam. menandakan kepenatan semua pekerjaan. hari ini ia harus menyelesaikan semua berkas pekerjaan. besok ada kabar bahwa atasan yang baru akan datang. menggantikan atasan yang lama yang sudah pensiun. mau tidak mau semua karyawan juga harus memberikan kesan pertama dengan baik kepada atasan yang baru. terdengar kabar juga bahwa atasan baru ini masih tergolong usia muda. semua karyawan wanita seperti mendapat angin segar. konon katanya atasan baru ini berwajah tampan. akh... khayalan mereka selalu tak luput dari serial drama. bian tidak begitu peduli tentang siapa dan bagaimana penampilan atasan baru ini. yang bian peduli adalah ia harus tetap bekerja di perusahaan ini demi memenuhi kebutuhan hidupnya. terkadang masa lalu yang indah mengusik ingatan nya. masa dimana semua dengan begitu mudah ia dapatkan. bukan cuma harta benda melainkan juga cinta. bian akan sangat mudah mendapatkan banyak cinta. cinta orang tua, sahabat dan juga pujaan jiwa. tidak seperti saat ini begitu banyak beban hidup yang ia jalani sehingga tidak ada waktu bagi hatinya untuk mencari cinta dan pujaan hati. bian bergegas menuju halte bus. ia tidak ingin ketinggalan bus terakhir yang lewat. bian tinggal disebuah rumah kontrakan yang kecil. ia menyesuaikan dengan isi dompetnya. karena sebagian dari gajinya ia gunakan untuk membiayai pengobatan sang ayah yang ada di sebuah rumah sakit jompo. sebelum tidur bian merapalkan doa berharap esok hari adalah hari yang cerah untuk nya. hampir saja bian terlambat kekantor. karena semalam ia tidur dengan nyenyak akibat kelelahan. suasana kantor telah ramai. semua sudah siap dan rapih menyambut atasan baru yang segera datang. suara langkah kaki mengalihkan tatapan bian dari meja kerjanya menuju sumber suara. betapa terkejutnya ia dengan apa yang ia lihat. wajah itu... wajah yang ia kenali dan bahkan ia rindukan sejak lama. menatap tajam kearahnya. membuatnya tidak berkutik dan gemetar disaat yang bersamaan. Li....".. bisiknya dalam hati.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN