Hidup Terus Berjalan

1007 Kata
Dari awal harusnya Jean menolak dengan segala cara, apapun itu yang akan dicetuskan oleh Florenzee Hwang!. Karena ketidakberdayaan menolak dan atas paksaan luar biasa dari Ibunya, membuat Jean sekarang harus terjebak di satu kamar yang sialan nya sudah dihiasi taburan mawar pink berbentuk simbol hati bersama sosok yang tidak dia harapkan seumur hidup nya, berada di situasi yang ngga pernah dia bayangkan selama hidupnya bahkan sedikit pun! Atas paksaan tidak berperikemanusiaan dari Ibunya dan rayuan halus Florenzee Hwang akhirnya Jean mengambil cuti dan menyanggupi untuk pergi liburan ke Paris bersama Raiden yang saat ini sedang cuti resmi setelah menyelesaikan jadwal terakhir SEVEN ANTRES. Dia tidak bisa lagi menghindar karena alasannya tidak cukup bagus untuk menolak paksaan semua orang yang berkonspirasi menyudutkan dirinya untuk menerima keadaan! menerima menjadi istri seorang Raiden Javas! Semua kekacauan yang telah terjadi di hidup Jean terjadi karena Hartanto! dan Ibunya yang ternyata sangat egois! Raiden Javas mendekatinya dengan ponsel di telinganya dan kelihatan menyembunyikan senyumnya ya g terkembang sempurna, karena telah berhasil membawa Jean ke Paris tanpa harus adu otot. "Yasudah kalau begitu, kuberikan telepon nya kepada Jean ya." Dan tanpa bisa Jean menolak ponsel berlogo apel di makan ulat itu sudah menempel di telinganya, dan ia di sapa oleh Florenzee Hwang yang entah mengapa suara nya terdengar begitu menyebalkan di telinga Jean sekarang. Jean tidak menyadari kapan ia menjadi sangat dekat dengan pacar Jake itu hingga saling mencampuri urusan masing-masing! “Hallo.” "Jean ini aku, jangan marah kepada Raiden okay, aku ngga bermaksud untuk merubah semua akomodasi nya kok. tapi pilihan orang tua kamu dan Raiden itu sedikit usang jadi aku meng-upgrade plan kalian dan tu hanya sedikit yang ku rubah intinya nikmati saja hitung-hitung sebagai hadiah pernikahan dariku dan Jake." Jean memutar bola matanya tidak habis pikir sebagai bentuk respon kesal karena perkataan Florenzee, tidak semuanya katanya? Orang kaya pasti memang begitu. yang pergi liburan kan dia mengapa sih wanita itu yang repot? Walaupun Ayah nya adalah pemilik Joe's Corporation tapi Jean benar-benar miskin dia harus mencari uang sendiri, ayah nya tidak akan mudah memberikan dirinya uang. Saat kuliah Undergraduate nya di SNU Jean harus merelakan masa bermainnya untuk menjadi babu Corporate di perusahaan ayahnya, setelah lulus-pun dia bekerja sebagai pegawai biasa dan benar-benar meniti karirnya dari nol hingga posisinya saat ini menjadi seorang General Manager Joe's Corporation. walaupun dia terlahir sebagai sendok emas namun dia tidak merasakan itu! "Aku hanya akan mengambil paket untuk menginap di Shangri-La hanya malam ini saja pokoknya." "Jangan begitu dong aku dan Jake kan sudah menyiapkan paket honeymoon untuk mu disana selama satu minggu penuh hitung-hitung testimoni untuk kami nani kudengar paket Honeymoon di Shangri-La itu sangat mengesankan.” Sialan Jena hanya bisa mendengus kesal, mendengar tawa Florenzee di ujung sana, mau marah juga tidak bisa, buang-buang tenaga. "Jika kalian berani meninggalkan Shangri-La, bayar aku lima puluh ribu dollar sebagai ganti nya untuk mengganti uang sewa hotel yasudah ku tutup ya have fun kalian gak akan menyesal." Dua puluh ribu dollar kata nya? Sialan memikirkan saja membuat Jean sebal. Saldo tabungannya tidak akan cukup apakah Florenzee memang seperhitungan itu kepadanya?. "Bagaimana, apa kata Florenzee?" Raiden bertanya ketika Jean mengulurkan handphone pria itu dengan muka masam. Wajah sok polos Raiden membuat Jean bertambah sebal. "Lima puluh ribu dollar, Saldo ku tidak cukup jika harus mengganti biaya liburan ini, apalagi tiket pulang nya bagaimana dengan kamu?” Raiden membentuk mulutnya menjadi O sambil menahan tawa. "Aduh, aku juga sayang uangku jika harus menggantinya ku dengar tiket pesawatnya mahal." Heh? Kurang ajar!! Jean mendelik kesal, menatap Raiden dengan mata tajamnya. "Jadi Jean, terima saja oke, kadang-kadang pacar Jake memang seperhitungan itu, tolong maklum, dia kan juga pengusaha dan kamu juga adalah anak seorang pengusaha jadi ya mungkin kamu bisa memahaminya." "Gak aku gak bisa memahaminya! ini namanya membuang-buang uang tahu!" "Aku tahu, dan aku tidak bisa mencegah keloyalan pacar Jake maaf." "Ah ya sudahlah!" Jean menyerah dia membanting tubuhnya di atas ranjang king size tanpa melepaskan alas kakinya, dia memandang platform dengan lampu kritsal tergantung diatasnya berpendar kekuningan dengan kosong terus seperti itu hingga dia merasakannya kakinya diraih secara perlahan dan alas kakinya dilepas berikut kaos kakinya. "Eh aku bisa sendiri." Jean terkejut ingin menarik kakinya tapi tidak bisa karena Raiden mencegahnya. Setelah selesai dengan itu Raiden berdiri disamping ranjang membungkuk untuk membersihkan mawar di ranjang membiarkan bunga itu jatuh mengotori karpet. Jean berguling ke sisi lain ketika tangan Raiden berusaha menggapai mawar yang tadi Jean tindih. "Ganti baju kamu dulu Jean baru tidur." “Okay, aku duluan kalau begitu.” Tidak ingin membantah Jean berdiri dengan malas menuju kamar mandi sebelum ia benar-benar pergi ia meraih piyama putih polos dari dalam koper dan menuju bathroom. Jacuzzi di dalam kamar mandi membuat Jean ingin berlama-lama di dalamnya, berendam air hangat dengan ekstrak fragrance memang yang terbaik untuk menghilangkan penat dan merilekskan otot tubuh. Jean benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan malam ini setelah ia keluar dari kamar mandi, maksud Jean membayangkan berduaan saja dengan Raiden Javas di salah satu Honeymoon Suit terbaik di Perancis – the city of love – membuat otak Jean menggila. Oke saja sih kalau dia pergi dengan orang yang di kenalnya dan di sukainya tapi ini yang sedang bersama nya adalah Raiden Javas loh, orang yang terhitung masih sangat asing buat dirinya, mereka baru kenal kurang lebih satu bulan ; dipaksa kenal dan menerima keadaan untuk hidup bersama menjadi suami istri lebih tepatnya Jadi bayangkan saja! Betapa canggung nya mereka sekarang. setelah menghabiskan lebih dari setengah jam di kamar mandi Jean akhirnya menyudahi bersih-bersih nya dan meraih bathrobe berganti secepat kilat dengan piyama terusan favoritnya. ia menenangkan dirinya beberapa saat sebelum benar-benar keluar dari kamar mandi dan disambut senyuman manis Raiden. “Sudah selesai mandi nya?” Jean kikuk di tempatnya ia mengangguk, melihat Raiden sekarang yang kelihatan sungguh luar biasa dan dapat Jean gapai membuat jantung Jean bergemuruh tidak santai. “Aku mandi dulu kalau begitu.” Raiden mengakhiri perkataannya dengan senyuman yang sangat mampu membius Jean di tempatnya tidak berkutik dan terpesona untuk pertama kalinya. Raiden Javas sialan!!!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN