-17-

3385 Kata

4 hari kemudian. Sabtu sore. Langit mendung sejak pagi tadi, badanku sudah basah oleh keringat. Setelah hampir 1 jam bermain, aku memutuskan berhenti dan istirahat di pinggir lapangan sebentar. Bintang dan Luthfi masih meneruskan permainan bersama adik kelas kami. Pikiranku melayang ke kejadian semalam di rumah. Aku bertengkar lagi dengan Papa, karena membentak siluman rubah yang tiba-tiba ke kamarku. Selain keberaniannya memasuki kamarku lagi, yang membuatku semakin murka adalah, mengetahui kenyataan bahwa dia sengaja menyuruh Ai' untuk membawaku ke restoran malam itu. Dia tahu aku akan marah, dan berpikir aku akan membenci Ai' sehingga dia kembali punya kesempatan mendekatiku. Waktu aku membentak dan mengusirnya keluar kamar, Papa melihat. Beliau murka. Jelas. Karena sejak wanit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN