Selena POV Kaki gue rasanya lemas banget memasuki bandara. Mata gue udah terasa berat karena dari tadi gak berhenti menangis. Tangis gue makin pecah waktu lihat mama nangis. Gue langsung meluk papa erat dan nangis di pelukan papa Arif. “Pa, Arka baik-baik aja kan? Anak Papakan jago bawa pesawatnya,” kata gue disela isakan gue. Papa gak jawab sama sekali dan cuma meluk gue erat sambil ngelus punggung gue. “Kita harus berangkat sekarang,” kata ayah. Gue langsung lepasin pelukan gue dan ngikutin ayah buat memasuki pesawat. Gue cuma bisa berjalan gontai dengan pandangan kosong. Pikiran gue dan raga gue sama sekali gak menyatu. Tanpa gue sadari gue udah duduk disalah satu bangku penumpang didalam pesawat. Selama di perjalananpun gue cuma bisa diam tapi air mata gue gak berhenti jatuh sebaga
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


