Arka POV “Sel jangan buru-buru amat dong. Santai aja. Kitakan gak telat,” kata gue. Tapi Selena gak juga berhentiin langkahnya. Sebenarnya yang jadi masalah bukan jalan buru-burunya. Tapi yang jadi masalah dia jalan sambil narik gue kayak kambing congek. “Lo mau kemana sih?” “Gue mau nemuin Reno,” kata dia yang sontak bikin gue nahan tangannya dan bikin langkah dia terhenti. “Buat apa?” Tanya gue. “Mau minta maaf.” “Buat apa sih Sel? Kan udah lewat telfon.” “Ya gue belum tenang kalau enggak minta maaf langsung.” “Tapi kan bisa kapan-kapan.” “Lo mah banyak omong. Udah ah gue pergi sendiri aja,” dia langsung lari gitu aja. “Selena.. Sel...” Gue harus kejar nih. “Arka!” Arghhhh!!! Cing Abdul Cacing! Lo datang diwaktu yang gak tepat. “Apaan?” “Lo di panggil pak Dani,” yaelah ngapai

