Aku memilikimu Stella Wijaya...

1197 Kata
Apa paman begitu mabuk hingga tak mengigat apa yang terjadi semalam.... Paman Stella ingin bertanya apa paman pernah menvintai seseorang? Ya tentu saja pernah,biar bagaimanapun paman ini seorang pria yang normal... Paman apa tadi malam paman mengingat sesuatu.? Paman tidak mengigatnyaStella mengapa kau  sangat berharap paman mengigat sesuatu apa paman melakukan keslahan Stella..? Tidaknlupakan saja anggapa saja Stella tidak berkata apapun tapi paman terimakasih semalam Stella sangat menikmatinya,Stella harap bisa mengulangnya kembali sembari tersenyum manis kepada pamanya itu... Stella turunlah kita sudah sampai ,paman harus segera ke kntor karena ada rapat penting... Terimakasih kembali Stella semalam merupakan pengalaman yang menyenangkan maafkan paman mu ini aku terpaksa berpura-pura mabuk karena paman sungguh tidak tahan melihat kau bersama lelaki lain andaikan aku bukan pamanmu aku pasti akan memakanmu semalam  Aku tidak melakukanya karena aku mengigat jasa kedua orang tuamu Stella kuharap ke depannya kejadian ini tidak terulang kembali sebenarnya aku sangat mencintaimu Stella dan aku sangat senang ketika kau berkata mencintaiku juga tapi apa daya ku walau bagaimanapun dalamnya cintakubpadamu bagi Paman dan Bibi kau adalah keponakanku .... APA AKU harus melupakan perasaanku ini,atau aku harus memperjuangkanya...? Namun mengingat desahanmu semalam hasratku selalu membara dan ingin membuatmu jadi milikku... Stella apa yang harus kulakukan...? Selama di perjalanan Alex hanya mengigat apa yang dia lalui tadi malam bersama keponakanya tercinta tanpa terasa Alex sampai di area parkir kantor dan begegas mwnuju ruang rapat... Jam makan siang pun datang.... Lex giman kalo kita makan baso di depan kampus A disana enak loch makananya...ucap salah satu sekretarisnya yang bernama Dewi Ya mereka memang selalu bersama karena mereka sudah berteman sejak dia sekolah SMP dan Dewi terkenal sangatlah cerdas sehingga Alex mengajaknyauntuk bergabung di perusahaan milik pamanya itu.. Ah baiklah ayo kita kesana kebetulan keponakanku jadi mahasiswi disana... Setelah sampai di tempat makan itu Wah Daebak para mahasiswi sekarang begitu terang-terangan bila berpacaran lihatlah bahkan mereka berciuman di taman kampus... Guys tahu ga kayanya si bunga kapus bakalan di tembak hari ini di taman sama  senior jurusan kedokteran.. Ah betapa berntungnya Stella bahka senior pun mencintainya,gue denger senior itu ganyeng banget ,pinter lagi bahkan karena kepintarnya dia langsung bisa skripsi padahal dia kan cuma beda satu tahun sama kita... Apa Stella di tembak beta9a terkejunya Alex mendengar itu... Wo gue ke toilet dulu loe pesenin buat gue yah kaya biasa... Ok siap jangan lama-lama.. Alex pun melihat taman itu  dan betapa terkejutnya dia ketika melihat sosok yang sangat dia cintai berada disana dan sepertinya Stella sedang bersama seorang lelaki yang sedang berjongkok dengan bunga dan voklat di tanganya sepertinya Stella sedana di minta memberikan jawaban.. Alex pun mendekat untuk mendengar jawaban Stella walau harus berpura-pura jadi mahasiswa sok sibuk Penyamaranya membuahkan hasil Alex bisa mendengar ucapan mereka.. Stella tolong jawab gue kalo loe terima cita gue loe ambil bunga ini namun bila loe tolak gue loe ambil coklat ini... Kemudian Stella mengambil coklat di sebelah kiri seniornya itu... Maaf ka Marcell Syella masih belum bisa jasi pacar kaka karena Stella mencintai lelaki lain... Stella ini sudah ke tiga kali aku mengungkapkan perasaanku sebenarnya siapa pemilik hatimu itu mengapa dia masih belum jadi pAcarmu sedangkan aku yang telah lama mencintaimu tidak bisa mendapatkan cintamu tapi lain kali aku akan mengungkapkanya lagi karena cintaku begitu besar padamu... Maafkan Stella ka,mungkin lai kali pun jawabanya akan tetap sama... Aku tidak akan berhenti  samapai hatimu kudapatkan Stella Wijaya... Aku tak menyangka Stella ternyata menjadi bunga kampus dan orang itu sudah sering mengungkapkan perasaan nya... Stella bagaimana pun aku akan membuat hatimu selalu menjadi milikku ucap Alex sembari meninggalkan taman... Menuju tukang baso.... Lex lama amat sich ke toiletnya gue aja udah hampir habis makan nya keburu ga enak itu baso...ucap Dewi... Ah gue ga nafsu makan ini tiba-tiba ayo kita ke kantor.. Tapi loe belum makan apa-apa nanti loe sakit Lex setidaknya makanlah sesuap apa aku perlu menyuapimu...(mengedipkan mata) Ah ga usah udah dechkita ke kantor aja dari pada gue untah entar kan ga enak sama pelanggan lainya.. Baiklah ..... Malam hari .... Selamat malam paman ,ucap Stella yang barub saja mandi lalu meneui pamanya di meja makan... Ayah sama Ibu udah berangkat lagi yah paman...? Ahhh Stella kaget ketika  saos mayones yang dia cocol jatuh ke sekitar kedua asetnya karena Stella hanya memakai tanktop dan celana pendek diatas lutut.... Hati-hati donk Stell replek tangan Alex membersihkan saos itu... Stella sangat terkejut akan tangan pamanya yang sedang membersihkan  saos itu di antara kedua asetnya itu... Paman ... Seketika Alex menatap wajah keponakanya itu dan melihat bibir ranum Stella   Seketika di lumatnya bibir ranum itu... Ciuman Alex sangat membara hingga membuat Stella kewalahan mengimbanginya... Mereka hanyut dalam ciuman itu kemudia tangan Alex menuju kedua aset berharga milik Stella... Lalu memainkan Ni***** merah muda itu ... Stella kau sangat menggoda kembali tangan Alex memainkan Ni**** itu dan memilinnya... Ahh paman sangat nikmat... Hasrat Alex semakin membara mendengarkan desahan itu lalu di lumatnya salah satu Ni**** Stella taknlupa dia meninghalkan bekas ke unguan di dua gundukan itu.. Ahh ...ahh paman Stella menyukai ini...  Kemudian Alex membawa Stella ke sebuah kamar tamu yang tidak jauh dari ruang makan dan mengunci pintu kamar itu... Alex menggendong Stella menuju kasur di kamar itu... Dan kembali melanjutkan aksi nakalnya itu dilumatnya kembali bibir ranum Stella tak lupa Alex memainkan kembali Ni****  Stela yang tampak sudah berdiri tegak menandakan Stella sedang bernafsu... Kemudian kedua gundukan itu dimainkan Alex... Ahh paman ini sangat nikmat... Mendengar desahan itu Alex semakin berhasrat kini dilepasnya celana Stella dan memainkan mahkota milik Stella... Lalu memasukan dua jarinya ke lubang mahkota Stella dan tak lupa Alex bermain disana sembari melumat Ni**** Stella... Ah paman Stella ingin pipis... Keluarkan lah sayang... Ahh paman ini nikmat .... Stella pun mencapai klimaks pertamanya ... Stella apa kau sudah siap paman ingin memasuki mu ... Lihatlah kunci paman sudah berdiri dari tadi ingin memasuki dirimu.. Paman itu sangat besar apa itu bisa masuk ke Stella...?(uvap Stella polos karena ini memang pertama kali nya dia melibat kepunyaan pamanya itu dan kini sedang tegak berdiri) Stella siap paman... Dwngan perlahan Alec memasukan kunci itu ... Ahh itu menyakitkan paman..Stella takut... Tenanglah sayangnpaman akan melakukanya perlahan tahanlah sebentar setelah itu kau akan merasakan kenikmatan sayang... Jlebbb kunci Alex sukses menembus pertahanan Stella .. Ahh paman sakit... Tahanlah sayang paman akan mulai menggerakkanya... Dengan getakan naik turun Alex menikmati mahkota Stella yang berhasil dia tembus... Ahh ...ahh...ahh paman lanjutkan Stella baru mengetahui ini sangatlah nikmat ... Gerakan itu semakin cepat Alex lakukan dan keduanya mencapai klimaks bersama... Cairan putih keluar dari mahkota Stella ketika Alex mengeliarkan kuncinya itu dan di cairan itu terdapat campuran darah yang menandakan Stella telah melepaskan keperawananya untuk paman yang sangat dia cintai itu... Stella kita beristirahat dahulu karena paman yakin kau kelelahan setelah berhubungan tadi... Alex mengambilkan minuman di kulkas di luar kamar itu senmbari hanya memakai handujk Alex mengambikan s**u coklat kesukaan Stella... Minumlah sayang memberikan s**u pada Stella isi lah tenagamu baru kita akan melanjutkan lagi ... Paman Stella sangat lelah Stella ingin tidur... Maafkan paman Stella sepertinya kau sangat kelelahan... Istirahatlah sayang paman akan mandi.... Stella pun tertidur karena kelelahan  Disisi lain Alex telah berbaring setelah mandi dan memandangi wajah keponakanya itu yang telah dia miliki seutuhnya sembari membelai wajah Stella...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN