“Oh, jadi gitu. Kamu ketiduran dan belum sempat mengatakan padaku bahwa teman yang lain mengundang kita ke acara minum teh itu malam ini di taman bintang?” Evan mengulang kembali inti dari seluruh pembicaraan sengit tersebut. “Iya, begitu. Jadi, ayo kak, cepat sebelum kita benar-benar terlambat.” Elyn masih sama, ia masih kepikiran tentang janjinya itu pada anak yang lain. Apa lagi, waktu semakin bergulir dan Elyn yang terus menceritakan hal tersebut tak lagi memiliki banyak waktu. Ia harus bisa mendapatkan solusi secepat mungkin. Akan tetapi, reaksi Evan masih sama saja. Ia terlihat begitu santai sedangkan Elyn sudah kehabisan kesabarannya. “Ayo, kak, kenapa malah diam saja!” Elyn yang saat itu ikut menarik tangan Evan ternyata tidak sanggup untuk benar-benar menariknya. Evan mas

